La Mar {Prolog} - I cannot even imagine where I would be today were it not for that handful of friends who have given me a heart full of joy.* Kalau bukan karena sahabat-sahabat tengil yang selama ini selalu menemani, meski kadang dengan cara yang tidak normal, tidak mungkin klub ini bisa bertahan di bawah tekanan OSIS yang biadab itu selama dua tahun terakhir.
Klub drama pernah berada di titik dimana semua siswa bangga ketika ada yang membicarakannya. Tiap kali pertunjukkan digelar, tidak pernah satu kali pun tiketnya tidak laku. Penontonnya tidak hanya datang dari kalangan siswa SMA Budi Pekerti Luhur, tapi juga dari sekolah-sekolah lain yang dengan suka rela mengirimkan kontingennya untuk menikmati sajian drama berdurasi empat puluh menit.
![]() |
| La Mar {Prolog} |
Lain dulu, lain sekarang. Sejak insiden heboh yang menimpa klub drama tujuh tahun silam, klub ini bagai motor yang kehilangan mesin. Lumpuh. Apalagi karena insiden tersebut, beberapa orang harus rela keluar dari sekolah, termasuk Damar Alvian--sang legenda klub drama ini sendiri. Laki-laki itu menjabat sebagai ketua klub saat insiden itu terjadi.




