Cerpen Rama-d(h)an-Nisa - Cerita pendek ini ditulis dalam rangka mengikuti lomba cerita pendek dengan tema ramadhan yang diadakan oleh Kafe Kopi dan dikirim pada 3 Juli 2015.
Rama-d(h)an-Nisa
[ditulis 3 Juli 2015]
Setelah Lebaran tahun lalu, mana ada aku memikirkan Ramadhan tahun ini akan bagaimana. Paling, begitu-begitu juga. Seperti biasanya. Kerja dari pagi, jadi guru Olahraga kelas satu, dua, dan tiga sekolah dasar. Siangnya mengajar les anak-anak sekolah menengah sampai sore. Saat buka puasa, semua makanan yang dimasak ibu sudah tersedia lengkap di atas meja. Shalat magrib berjamaah dengan orang tua. Shalat isya dan tarawih di masjid. Aku langsung tidur sepulangnya ke rumah, lalu bangun saat ibu menyiapkan sahur. Begitu melulu. Setap tahun, tidak banyak kontribusiku pada Ramadhan selain membuat tempe goreng atau sirop untuk buka puasa.
Setelah Lebaran, biasanya yang kupikirkan hanya bagaimana menurunkan berat badan setelah menyantap semua kue Lebaran di setiap rumah yang kutandangi ketika bersilaturahmi. Biasa, perempuan kebanyakan ruwet dengan masalah berat badannya sendiri. Meski dibilang kurus sekalipun, kalau melihat ada yang lebih kurus, maka sifat kompetitif timbul dalam hati untuk bisa lebih kurus lagi.





