Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Dec 12, 2016

Ibu, Yang Tak Pernah Berhenti Mendoakan

Ibu, Yang Tak Pernah Berhenti Mendoakan - Sejak kecil, saya merasa bahwa bapak adalah sosok terdekat bagi saya. Kemana-mana, saya selalu diajak, ke pantai, ke kantor, ke bank, bahkan saat bapak pergi Jumatan--dan akhirnya beliau harus mengepel masjid karena saya ngompol saat semua orang sedang solat. Saya merasa bahwa kedekatan batin saya dan bapak lebih kuat dari siapapun.
Ibu, Yang Tak Pernah Berhenti Mendoakan
Ibu, Yang Tak Pernah Berhenti Mendoakan
Saya akui, untuk bisa menciptakan kedekatan itu dilatarbelakangi karena saya adalah tipe idaman bapak sekali. Nurut. Manut. Berbeda dengan kakak laki-laki saya yang jauh dari kata nurut. Seperti anak laki-laki pada umumnya, kakak saya selalu suka keluyuran, main, berbuat onar, bahkan melakukannya diam-diam. Hal-hal yang bapak saya tidak sukai. Jauh dari kata idaman. Sehingga tidak heran jika bapak lebih merasa nyaman mengasuh saya dan menuruti kemauan saya--dengan dalih anak nurut, disayang semua orang.

Dec 6, 2016

Alasan Mengapa Kita Membutuhkan Pendidikan Setinggi-tingginya

Alasan Mengapa Kita Membutuhkan Pendidikan Setinggi-tingginya - Jangan kaget, saat ini keadaan otak saya sedang waras dan kewarasan ini membuat saya lumayan berpikir banyak. Mungkin bahasan ini membosankan bagi beberapa pihak, tapi saya tetap akan menuliskannya.
Alasan Mengapa Kita Membutuhkan Pendidikan Setinggi-tingginya
Alasan Mengapa Kita Membutuhkan Pendidikan Setinggi-tingginya

Nov 30, 2016

Peringatan Hari Guru Nasional, Guru Bermartabat dengan Karya

Peringatan Hari Guru Nasional, Guru Bermartabat dengan Karya - Mungkin sudah basi kalau baru bisa saya tulis malam ini. Perayaan Hari Guru Nasional yang bertepatan dengan hari ulang tahun PGRI tahun ini berkesan sekali bagi saya. Di tahun ketiga saya berada di tempat kerja saat ini, banyak sekali hingar-bingar--eh, bahasanya lebay, hahaha--yang sudah saya lewati bersama rekan kerja dan juga siswa yang tiap tahun selalu bertambah. Terspesial adalah tahun ini. Kenapa? Karena perayaan Hari Guru Nasional kali ini sungguh istimewa. 👵👴👳👲

Peringatan Hari Guru Nasional, Guru Bermartabat dengan Karya
Peringatan Hari Guru Nasional, Guru Bermartabat dengan Karya

Betul sekali, kalau di tahun pertama saya bekerja di sekolah ini sebagai karyawan guru, saya didaulat menjadi petuga pengibar bendera pada upacara peringatan Hari Guru Nasional yang bertepat di tanggal 25 November, maka pada tahun ini saya mengikuti perlombaan memasak berkelompok yang diadakan bagi guru dan staf sekolah. Nah, jarang-jarang sekali sekolah tempat saya bekerja ini mau mengadakan acara murah meriah seperti ini buat gurudan stafnya. Angin segar untuk ibu dan bapak, abi dan umi, yang selalu grasa-grusu, kadang keteteran dan mengeterkan urusan pribadi, mengurusi anak-anak remaja yang meledak-ledak karena hormon.

Aug 20, 2016

Seorang Guru Tidak Pernah Berhenti Belajar

Seorang Guru Tidak Pernah Berhenti Belajar - Jadi guru itu harus serba bisa. Apalagi kalau kalian menjadi guru di sekolah swasta seperti tempat gue bekerja saat ini. Karena kegiatan sekolah swasta biasanya lebih beragam dan seabrek dibanding kegiatan di sekolah negeri, jadilah, setiap tahun selalu ada event-event tertentu yang harus terlaksana sesuai dengan jadwalnya. Dan ya, semua kegiatan itu di-handle, tidak lain dan tidak bukan, oleh guru. Baca juga: Menjadi Guru Itu...

Seorang Guru Tidak Pernah Berhenti Belajar
Seorang Guru Tidak Pernah Berhenti Belajar 
Di sekolah tempat gue bekerja saat ini ada kegiatan rutin kesiswaan yang tujuannya selain memberikan pengalaman nyata, juga mengembangkan kemampuan dan keahlian siswa dalam bidang tertentu.

Misalnya, untuk murid kelas 7 dan 10 (atau kelas 1 SMP dan SMA), mereka disambut kegiatan MOS—kalau sekarang MPLS namanya—di hari-hari awal masuk sekolah. Dari tahun ke tahun, gue bersyukur karena sekolah gue adalah salah satu sekolah yang tidak mengizinkan adalanya praktik senioritas dan atau bullying saat MOS. Jadi, kegiatan MOS di sekolah gue, selalu dilakukan dengan pengenalan letak setiap ruang di sekolah, sosialisasi kurikulum, sosialisasi kesiswaan, ekskul, insight session (semacam motivasi untuk berusaha menggapai cita-cita), talkshow yang mendatangkan beberapa alumni, dan kegiatan lain yang memberikan pandangan mereka mengenai visi dan misi sekolah.

Aug 16, 2016

Benarkah Dunia Pendidikan Indonesia Sedang dalam Masa Suram?

Benarkah Dunia Pendidikan Indonesia Sedang dalam Masa Suram? - Belum selesai greget gue tentang berita yang akhir-akhir ini memojokkan dunia pendidikan Indonesia, dimana ada orangtua--karena keberatan anaknya dicubit oleh gurunya--yang melaporkan guru hingga terjadi persidangan atas kasus penganiayaan. Sekarang ada lagi kasus guru yang dipukuli orangtua, lantaran si anak mengadu telah dipukul oleh gurunya. Tanpa ba.. bi.. bu, orang tua datang ke sekolah lalu menghajar guru yang dimaksud. Subhanallah. 
Benarkah Dunia Pendidikan Indonesia Sedang dalam Masa Suram
Benarkah Dunia Pendidikan Indonesia Sedang dalam Masa Suram?
Gue sebagai seorang guru, merasa sangat prihatin pada apa yang terjadi dengan dunia pendidikan saat ini. Di Indonesia, rasanya pendidikan sudah tidak lagi dihargai sebagaimana seharusnya. Padahal, di jaman gue dulu sekolah, nggak pernah ada cerita kalau murid bisa membantah gurunya. Sekarang, jangankan membantah, justru guru yang kini jadi bulan-bulanan orangtua/wali murid. 

Kalau melihat apa yang terjadi pada pak Dasrul, guru yang diserang dan dikroyok oleh orang tua dan murid, di sebuah SMK di Makassar, gue jadi bertanya-tanya, sebenarnya, ada apa dengan mereka, para orangtua, yang dengan tidak berakalnya menyerang atau memperkarakan guru yang senantiasa mendidik anak mereka selagi mereka mencari nafkah untuk keluarga. Atau ada apa dengan guru-guru di Indonesia yang membuat hal ini mungkin terjadi? 

Gue adalah salah satu guru yang tidak setuju apabila ada guru lain yang mendisiplinkan murid dengan cara yang salah. Kalau di jaman gue sekolah dulu, ada seorang guru yang suka marah-marah dengan kata-kata kasar yang bahkan menurut gue, nggak pantas diucapkan oleh seorang guru--yang harusnya jadi teladan bagi para murid. Menurut gue, dengan kata-kata makian kasar, tidak akan merubah si anak menjadi lebih baik. Ya iyalah, karena justru akan membuat murid yang bersangkutan akan antipati dan timbul pemberontakan dalam jiwanya.